5 Bahan Baju Ramah Lingkungan yang Wajib Kamu Cobain

Sobat, apa yang kamu pikirkan ketika pertama kali membeli pakaian? Jangan fokus untuk sekadar gaya atau harga, cobalah sesekali untuk memikirkan dampak lingkungan dari pakaian yang kamu beli itu. Mengapa?

Ternyata ada beberapa bahan material pakaian yang berbahaya bagi lingkungan alam. Hal ini diperkuat dengan fenomena yang terjadi di Eropa, terdapat 80 miliar potongan kain setiap tahun yang dibuang begitu saja di tempat pembuangan sampah. Bahkan, bila ditakar harganya total harga baju-baju tersebut mencapai 140 juta pound sterling atau Rp2,5trilliun.

Pembuangan bahan-bahan tekstil ini dapat melepaskan racun ke bumi dan serat mikro ke saluran air. Tak ayal, tahun 2050 industri mode diprediksi akan menjadi penyumbang polusi dunia terbesar setelah minyak. Wah mengerikan ya sobat?

Nah untuk membantu menyelamatkan bumi, alangkah baiknya kita menggunakan pakaian yang ramah lingkungan. Tahukah kamu jika ada bahan pakaian yang ramah lingkungan? Yuk sama-sama simak 5 bahan pakaian ramah lingkungan versi Pede.

1.     Linen

   Di dunia fashion, sepertinya bahan linen sudah tidak asing lagi didengar. Faktanya, bahan ini sudah dipakai sejak 6.000 tahun yang lalu. Linen sendiri terbuat dari tumbuhan flax atau rami yang dibuat menjadi serat-serat.

   Linen adalah bahan paling kuat di antara bahan yang lain, bisa 2-3 kali lebih kuat dari bahan katun. Linen lebih adem sehingga cocok dipakai saat udara panas. Pembuatannya lebih natural, tidak pakai bahan kimia, menjadikan linen lebih ramah lingkungan.

2.     Hemp

   Nah kalau hemp ini mirip-mirip dengan linen yang terbuat dari tumbuhan Cannabis. Hemp memiliki proses panen yang sama dengan linen, tidak membutuhkan pestisida atau bahan kimia lainnya karena tahan hama sehingga hasil panennya 100% organik

   Hemp bisa dikatakan sebagai bahan pakaian yang 100% ramah lingkungan, sangat adem, dan memiliki daya serap tinggi. Selain pakaian, hemp juga bisa digunakan untuk membuat bahan makanan sehat, kosmetik, dan lain-lain. Keren!

3.     Katun Organik

   Eits jangan bingung! Katun yang initentunya berbeda dengan katun yang biasa ada di pasaran ya. Katun ini adalah katun yang proses pembuatannya tidak merusak lingkungan. Katun organik dibuat tanpa bahan kimia sedikitpun.

   Pemerintah Amerika Serikat pun sudah menetapkan regulasi untuk para produsen katun organik di sana, apakah katunnya itu benar-benar organik atau tidak. Katun organik bisa menjadi alternatif kamu yang sering menggunakan bahan katun. Lumayan banget kan?

4.     Wool

   Wool adalah salah satu pilihan yang favorit untuk mencari pakaian ramah lingkungan. Karena bahan wool ini lebih tahan lama dibandingkan bahan katun dan bisa tidak harus sering-sering di cuci. 

   Dijamin 100% ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan sintetis, karena bahan wool ini diambil dari bulu domba. Mengapa begitu? Karena bulu domba itu akan tumbuh secara terus menerus dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh. Yahhh hitung-hitung bantuin domba cukuran, kamu bisa bikin pakaian. Gimana?

5.      Bahan Daur Ulang Polyester

   Bahan polyester hasil daur ulang lebih baik daripada polyester aslinya sendiri. Cara buatnya menggunakan paduan kain polyester bekas dan botol minuman bekas, dan akan menghasilkan 75 persen lebih rendah jejak karbon ketimbang polyester murni.

   Namun sayangnya, bahan ini masih memiliki kadar racun sama seperti polyester murni. Toh, sekarang beberapa perusahaan kain sudah berusaha untuk meniadakan antimon beracun tersebut dari bahan daur ulang polyester.

            Sudah paham kan 5 bahan itu? Atau masih bingung menentukan baju mana bahannya ramah lingkungan atau tidak saat kamu sedang di toko? Nah, gampangnya pastikan dulu toko atau brand-nya, ya. Biasanya mereka bakal ngasih tahu bahan apa yang mereka gunakan, kok.

            Daaaannn sayangnya 5 bahan di atas punya kelemahan. Biasanya harga bahan-bahan itu relative sedikit lebih mahal. Demi untuk kenyamanan, kesehatan dan keberlangsungan lingkungan kamu kan gapapa dong sekali-kali beli pakaian yang agak mahal, tul gak?

            Kalau belum bisa belinya sekarang, kamu bisa kok nabung dulu atau investasi dulu pakai aplikasi Pede. Kamu bisa pakai Pede Hasil Lebih dengan memindahkan saldo Pede-mu atau ikutan investasi uang receh di Pede, imbal hasil besar lho hingga 7% per tahun. Gimana? Lumayan kan! Yuk buruan download aplikasinya di sini sekarang…