Cara Ampuh Atur Keuanganmu Di Bulan Puasa & Saat Pandemi

Wah, tak terasa sudah memasuki hari kelima puasa nih, Sobat Pede. Gimana kabarnya puasa selama #dirumahaja? Udah mulai bosan ya karena nggak bisa ngabuburit di luar sama teman-teman? Atau kangen beli takjil sebelum buka puasa? Atau mungkin ada yang kangen tabuh suara gendang saat membangunkan orang sahur di pagi hari?

Selama bulan puasa ini tidak hanya niat, fisik dan mental yang harus dipersiapkan dengan baik. Termasuk juga, keuangan kamu selama bulan Ramadan harus dipersiapkan secara matang. Jika tidak, maka akan membuat pengeluaranmu semakin membengkak . Yuk simak tips di bawah ini biar kamu tetap bisa atur keuanganmu di bulan puasa dan di tengah pandemi virus Covid-19.

1.      Persiapkan & buat rencana keuangan

      Akhir-akhir ini banyak sebagian dari masyarakat Indonesia terkena panic buying atau belanja berlebihan akibat Covid-19. Semua orang berbondong-bondong untuk membeli stok makanan karena rasa cemas terkait ketersediaan bahan makanan dan ketidakpastian berapa lama pandemi akan berakhir. Hal ini tentu membuat pengeluaran keuanganmu akan lebih banyak dan di luar ekspektasi.

      Selama bulan puasa ini, yuk mulai sisihkan uang untuk makan sahur dan berbuka. Penting untuk menetapkan anggaran yang masuk akal dan sesuai, tidak terlalu kecil tetapi juga tidak terlalu besar. Jangan lupa juga untuk mengalokasikan uangmu untuk membeli kebutuhan pribadi, keluarga dan bersedekah di bulan Ramadan.

2.     Membuat budget bulanan

      Setelah gajian, ada baiknya kamu membuat budget bulanan untuk kamu dan keluargamu. Dengan mengatur budget berarti kamu juga mengatur gaya hidupmu. Alokasikan pengeluaran menjadi tiga kategori sebagai berikut:

·         Pertama, kebutuhan utama yaitu  makanan dan pengeluaran rumah tangga (listrik, gas, air, paket internet). Lalu, alokasikan 5-10 persen untuk dana darurat

·         Kedua, kebutuhan pelengkap seperti jajan takjil, kopi, cemilan atau pesan makanan sebanyak 5%

·         Ketiga, kebutuhan yang bersifat hiburan seperti belanja baju, tas, sepatu, jam, gadget dan lain-lain sebanyak 5%  

      Dengan begitu, kamu akan lebih mudah menentukan pos keuangan mana yang menjadi prioritas. Jika kebutuhan utama telah terpenuhi, maka kamu bisa mengeluarkan uang untuk belanja yang lainnya. Usahakan ketiga kebutuhan ini tidak melampaui dari 30% total pengeluaran bulanan. Untuk memenuhi kebutuhan utamamu, yaitu bayar-bayar tagihan, kamu bisa manfaatkan promo Rebahan – Rejeki Bayar Tagihan Ramadandari Pede. Cashbacknya hingga 20% atau hingga Rp22.500,-. Buruaan, promo berlaku sampai 05 Mei 2020

3.     Mencatat jumlah pengeluaran satu hari

      Setelah membuat budget pengeluaran, ada baiknya kamu juga mencatat jumlah pengeluaranmu pribadi selama sebulan. Hal ini perlu dilakukan untuk memantau kemana saja uang yang kamu habiskan selama satu hari. Catatan ini bisa digunakan sebagai tanda pengingat diri kamu untuk terus berhemat dan mengeluarkan uang seperlunya.

4.     Lebih bijak menggunakan uang

      Hal selanjutnya yang harus kamu perhatikan adalah bijak menggunakan uang. Tahanlah keinginanmu untuk berbelanja dan bersikap boros. Membuat komitmen untuk menabung itu bukanlah hal yang mudah dilakukan namun harus terus dicoba.

      Usahakan untuk terus penuhi kebutuhan utamamu selama bulan puasa ini, setelah itu baru pakai uangmu untuk berbelanja. Yuk mulai kendalikan dirimu agar keuangan kamu tetap teratur dan aman ya.

5.     Gunakan uang THR untuk jangka panjang

      Untuk para karyawan, bulan Ramadan adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu. Bagaimana tidak? Bulan ini pasti karyawan akan dapat gaji THR (Tunjangan Hari Raya). Wah! Asyik banget ya. Eits, tapi uang THR kamu tentunya harus tetap digunakan dengan bijak ya, Sobat Pede.

      THR bukanlah semata-mata uang yang dapat kamu hambur-hamburkan dan dihabiskan begitu saja ya. Jangan sampai ujung-ujungnya THR kamu cuma numpang lewat doang ya. Sekarang saatnya kamu memanfaatkan uang THR untuk tujuan finansial jangka panjang seperti misalnya membeli investasi, menabung, atau mungkin membeli asuransi untuk dirimu sendiri.

      Sekarang kamu nggak perlu repot-repot lagi mau beli investasi atau asuransi yang nguntungin. Tinggal buka aplikasi Pede,  kamu bisa dapatkan keuntungan yang bertubi-tubi. Kamu bisa memanfaatkan fitur Pede Hasil Lebih untuk investasi awalmu. Bisa investasi mulai dari Rp1.000,– dengan nilai imbal hasil 7% per tahun.

      Kalau asuransinya kamu bisa menggunakan asuransi perlindungan jiwa Sekoci dari Pede. Proteksi yang kamu dapatkan hingga Rp50 juta per tahun lho dengan premi yang super terjangkau mulai dari tiga ribuan aja. Apalagi ada tambahan manfaat 50% selama masa pandemi Covid-19 ini. Menarik bukan? Buka aja aplikasi Pede sekarang. ?