Hari Gini Masih Belum Berasuransi? Waspadalah… Waspadalah…

          Satu kata, yaitu bicara asuransi, di antara kamu sudah pasti punya dong? Lho, ada yang belum? Waduh, bahaya kalau belum, waspadalah Sobat! Masa pandemic seperti wabah Covid-19 ini penting banget kamu punya asuransi. Siapa yang bisa menanggung itu semua bila terjadi sesuatu yang tidak kamu inginkan?

            Lantas apa yang bikin kamu ragu untuk berasuransi? Buat kamu pasti beragam pertimbangan, mulai dari masalah prioritas pengeluaran hingga mungkin masih belum juga memahami pentingnya asuransi. Belum lagi apabila kamu mengenal asuransi dari sales atau agen-agen perusahaan asuransi yang melakukan pendekatan ke kamu yang sudah terlalu ‘mengganggu’.

            Ini juga yang mungkin membuat kamu malah jadi ‘anti-berasuransi’. Mengacu artikel dari website Otoritas Jasa Keuangan, kamu bisa atasi itu semua dengan cara sebagai berikut:

1. Pelajari & pilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhanmu. Jangan pernah karena tertarik karena promo dan hadiahnya. Jika perlu, lakukan konsultasi dan bertanyalah dengan pihak-pihak yang menurut kamu lebih memahami asuransi.

2. Telusuri dan kenali lebih dalam reputasi dan kapasitas perusahaan Asuransi yang akan kamu pilih, khususnya mengenai pelayanan klaim, bisa dengan browsing di media sosial, internet atau tanya-tanya kerabat dan teman.

3. Pastikan agen atau sales asuransi yang membantu mengurus pembelian produk asuransi adalah agen yang profesinal, yaitu memiliki sertifikasi keagenan, dan mampu membantu dan menjelaskan secara detil dan mengurus keperluan asuransi kita ke kemudian hari.

4. Ketika sudah memilih produknya, pastikan kamu mengisi data di SPPA (Surat Permintaan/Permohonan Pertanggungan Asuransi) atau SPAJ (Surat Permintaan Asuransi Jiwa) dengan lengkap, jujur, jelas, dan tidak menandatanganinya dalam kondisi kosong (tidak lengkap).

5. Tanyakan ke agennya secara rinci mengenai manfaat yang diberikan, kondisi yang dipersyaratkan, dan pengecualian jaminannya (di mana hal ini sering menjadi alasan penolakan pengajuan klaim oleh pihak perusahaan perasuransian).

6. Pastikan kamu mengetahui periode dalam pembayaran premi, jangan sampai terjadi telat bayar (outstanding) yang nantinya dapat berakibat klaim tidak bisa dibayar. Biasanya diperkenankan 14 hari setelah tanggal jaminan yang tercantum dalam polis.

7. Jika polis sudah diterima, selalulah membaca dengan teliti polis beserta semua lampiran yang sudah diterima. Bila tidak sesuai dengan yang disampaikan oleh agen, maka kamu dapat mengajukan pembatalan polis atau dilakukan perubahan.

            Itu bila kamu memilih asuransi biasa yang bukan datang dari produk aplikasi sehingga keberadaan agen adalah penting untuk mendampingi kamu. Kecuali penawaran asuransi itu datang dari tempat kamu bekerja, atau paket transaksi yang kamu lakukan seperti pembelian sepeda motor, gadget, dan lain-lain.

            Bila pilihan asuransi seperti di atas, kamu masih belum mau atau berani juga untuk memilikinya, ada baiknya lirik asuransi yang datang dari aplikasi atau secara online, seperti yang ditawarkan di dalam aplikasi Pede.

            Aplikasi ini menawarkan beragam asuransi yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan. Seperti Asuransi Kesehatan Receh untuk membantu kamu saat membutuhkan perlindungan rawat inap, Asuransi My Gadget untuk melindungi hape kamu dari biaya perbaikan yang tinggi bila hapemu rusak, atau Asuransi Jaga Motorku yang melindungi kamu dan motormu bila dibegal atau kecelakaan.

            Asuransi online melalui aplikasi tentu sangat mudah, tidak seribet pengajuan asuransi regular seperti yang dipaparkan di atas. Keuntungan asuransi digital ini adalah sebagai berikut:

1. Preminya receh alias sangat terjangkau.

            Karena masuk ke dalam kategori asuransi mikro, asuransi online yang ditawarkan di aplikasi memiliki premi yang sangat terjangkau. Hal ini membuat kamu yang mungkin memiliki prioritas pengeluaran rutin bulanan, bisa tidak perlu berpikir panjang untuk segera memiliki asuransi jenis itu.

            Selain karena tidak ada ruginya yaitu sesuai dengan kemampuanmu, malah memberikan kamu keuntungan dengan perlindungan yang dibutuhkan kamu di saat itu. Taruhlah baru beli hape, biarpun seken, kamu masih bisa lindungi hape kamu itu dengan Pede My Gadget, preminya hanya Rp100 ribu untuk setahun. Kurang murah apa coba?

2. Proses pembelian cepat & mudah

            Karena melalui aplikasi saja, kamu bisa dengan mudah mendaftar dan membeli produk asuransi digital tersebut. Seperti halnya di aplikasi Pede, modal utamanya kamu harus KYC (know your customer) dulu yaitu dengan menjadi member Pede Premium agar mudah membeli produk-produk asurnasi yang ditawarkan di aplikasi Pede.

3. Kamu bisa membandingkan manfaat & preminya

            Salah satu keunggulan asuransi digital ini adalah transparansi. Seperti halnya di dalam aplikasi Pede, selalu bisa tertulis dengan jelas manfaat dan besar premi yang harus kamu bayar sekaligus kamu bisa membandingkan, premi yang mana yang cocok buat kamu. Sehingga membantu kamu untuk memastikan tidak salah pilih asuransi.

4. Proses klaim mudah, bisa online

            Karena produknya memang disediakan secara digital di dalam aplikasi, proses klaim bisa menjadi lebih mudah karena umumnya diberikan arahan yang jelas, ke mana harus klaim. Bisa cukup melalui email atau bisa segera hubungi ke perusahaan penyedia asuransi tersebut.

5. Yang pasti-pasti saja dan aman            

            Tapi dari semua itu, kamu harus pastikan untuk melakukan pembelian produk asuransi di perusahaan atau situs dan platform penyedia polis perlindungan yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga produk ini pun lebih tepercaya, apalagi bila memang memiliki reputasi bagus dan pengalaman panjang. Dengan begitu, pilihan asuransi yang kamu pakai dipastikan aman untuk kamu andalkan sebagai perlindunganmu.