Mau Uang Anti-klepto? Intip Mata Uang Kripto…

            Sobat, tanggal 5 Juni lalu diperingati sebagai hari apa, hayo? Ada yang tahu? Eit, jangan googling dulu hehe… Yak, betul, hari itu sebagai Hari Bank Indonesia. Dengan hari itu, ayo kita belajar lebih banyak mengenai kebutuhan perbankan yang mungkin kamu butuhkan, bisa mulai dengan memahami nilai tukar uang Rupiah hingga berinvestasi.

            Bicara alat tukar seperti uang dan fungsinya juga digunakan sebagai investasi, di antara kamu pasti sering mendengar cryptocurrency atau mata uang kripto. Iya, di masa pandemi Covid-19 ini, pasti kamu sering mendengar teman-temanmu ngomongin mata uang digital ini. Sebetulnya apa sih cryptocurrency itu? Yuk simak artikelnya, biar kamu jadi tahu!

Apa sih cryptocurrency itu?

            Bila menilik di Wikipedia, cryptocurrency adalah aset digital yang dirancang untuk bekerja sebagai media pertukaran yang menggunakan kriptografi yang kuat untuk mengamankan transaksi keuangan, mengontrol penciptaan unit tambahan, dan memverifikasi transfer aset.

            Lalu apa kriptografi? Bahasa gampangnya kriptografi itu sandi yang terlindungi kerahasiaannya. Jadi dengan pola kriptografi, mata uang kripto ini hampir tidak mungkin bisa dipalsukan. Selain bentuknya secara digital, cryptocurrency juga dilindungi suatu token yang sangat acak. Tentunya dilindungi pula oleh pemiliknya dengan sebuah password.

Bentuk cryptocurrency seperti apa?

          Setelah membaca definisi di atas, sebagian dari kamu pasti ada yang masih bingung, sebetulnya cryptocurrency itu bentuknya bagaimana? Lembaran kah? Koin kah? Nah, menyadur dari berbagai sumber, cryptocurrency itu memiliki karakteristik sebagai berikut:

Format Digital
Cryptocurrency adalah mata uang berformat digital, jadi hanya berlaku di system komputer saja, di mana bisa diakses dari laptop juga smartphone kamu. Cryptocurrency tidak hadir dalam bentuk fisik yang dapat kita pegang sehari-hari.

Peer-to-peer
Cryptocurrency dapat langsung digunakan untuk transaksi dari satu orang ke orang lainnya secara online, tanpa harus dimediasi sebuah institusi perbankan.

Bersifat Global
Cryptocurrency nilainya sama di setiap negara, tidak ada konversi nilai mengacu suatu negara seperti halnya mata uang konvensional. Maka, transaksi dapat dilakukan secara bebas antarnegara tanpa terpengaruh oleh kurs.

Terenkripsi
Setiap pemilik memiliki kode token tersendiri untuk bertransaksi dengan cryptocurrency. Setiap transaksi yang dilakukan, pengguna lain tidak bisa melihat transaksi tersebut dilakukan oleh siapa, nama asli tidak muncul dalam setiap transaksi. Karena terenkripsi, mata uang kripto juga aman, dijamin ‘anti-klepto’, tidak mudah digondol maling atau copet. 😊 Yang penting passwordnya jangan kececer!

Terdesentralisasi
Transaksi menggunakan uang konvensional biasanya selalu melibatkan pihak yang menengahi setiap transaksi, seperti bank. Namun pada cryptocurrency, tidak ada bank atau pihak tersebut. Setiap orang bertanggung jawab atas uang mereka sendiri.

Lantas cryptocurrency bisa dipakai untuk apa?

            Seperti halnya uang konvensional, cryptocurrency juga bisa digunakan sebagai alat tukar. Di beberapa negara seperti Nigeria, cryptocurrency sudah lazim dipakai seperti halnya uang konvensional. Bahkan di beberapa negara sudah bisa menerimanya untuk transaksi di hotel, restoran, penerbangan, aplikasi hingga perguruan tinggi. Namun sayangnya di Indonesia masih belum bisa diterima oleh pihak Bank Indonesia.

            Toh, tidak perlu khawatir. Cryptocurrency di Indonesia justru marak dijadikan sebagai komoditas investasi. Nilainya kurang lebih sama dengan prinsip ekonomi, harga akan naik bila banyak permintaan. Semakin banyak orang melakukan investasi dengan cryptocurrency, maka harganya juga akan semakin naik.

            Namun perlu dicatat di sini, investasi dengan cryptocurrency juga termasuk dalam kategori high risk. Banyak cerita sukses orang bisa meraup keuntungan berlipat-lipat sehingga mendadak kaya luar biasa seperti halnya sultan Dubai. Tapi tidak sedikit pula yang harus merenggut kerugian besar akibat investasi cryptocurrency ini.

            Dalam perburuan cryptocurrency, dikenal istilah mining. Iya, ada proses seperti layaknya orang menambang namun secara digital untuk memecah teka-teki kriptografi untuk mengkonfirmasi transaksi dan mencatatnya di sebuah system blockchain. Semakin besar daya komputasi pengguna, makin besar peluang untuk memecahkannya. Jika berhasil, kamu akan menerima hadiah sebagai biaya transaksi.

Cryptocurrency apa saja yang bisa dimiliki?

            Sekurangnya ada 2 ribuan jenis cryptocurrency yang ada di dunia ini. Namun hanya ada beberapa yang layak kamu miliki karena kemudahan dan distribusinya yang luas, yaitu sebagai berikut:

Bitcoin
Mata uang kripto ini adalah yang pertama muncul, yaitu pada 2009 yang diciptakan oleh Satoshi Nakamoto. Pada November 2019, ada lebih dari 18 juta bitcoin yang diperdagangkan dengan nilai hingga US$146 miliar di mana market sharenya sekitar 68%!

Litecoin
Cryptocurrency ini hadir pada 2011 dengan format mata uang digital peer-to-peer (P2P) yang menghasilkan blok baru (yang membentuk blockchain) dengan kecepatan lebih cepat. Karenanya, Litecoin memiliki keunggulan transaksinya yang lebih cepat tanpa memerlukan sistem komputasi yang powerful.

Dogecoin
Hadir pada Desember 2013, Dogecoin sebagai turunan dari Litecoin. Cryptocurrency ini menggunakan anjing Shiba Inu sebagai maskot pada logonya. Dogecoin dikenal sebagai cryptocurrency yang paling bersahabat, karena memiliki nilai yang jauh lebih rendah daripada bitcoin. Tidak heran Dogecoin acap dipakai untuk transaksi kecil, donasi, dan memberi tip.

BitcoinCash
Baru diiluncurkan pada Agustus 2017, BitcoinCash saat ini sudah menjadi lima cryptocurrency terbaik. BitcoinCash hadir sebagai ‘pembangkangan’ atas ketidaksetujuan aturan yang berlaku pada Bitcoin. Kelompok yang membuat cryptocurrency ini pun mengklaim bahwa improvisasi yang ada di BitcoinCash lebih baik dari Bitcoin.

Feathercoin
Hadir pada April 2013, Feathercoin dibuat oleh Peter Bushnell, pakar IT dari Brasenose College, Oxford University. Mata uang kripto ini unik, karena bersifat open source layaknya system linux. Secara formasi, Feathercoin lebih mirip Litecoin dan memiliki lisensi MIT/X11.

            Seru kan? Masih panjang bahasan cryptocurrency, namun pada artikel ini kita break dulu untuk lanjut di artikel selanjutnya, terutama bahasan mengenai apa untungnya berinvestasi cryptocurrency!

            Tapi ingat, investasi mata uang kripto itu bukan untuk pemula, karena risikonya sangat tinggi. Nah, kalau kamu mau belanjar investasi kecil-kecilan, pakai aplikasi Pede saja, karena ada Investasi Uang Receh dan Investasi Emas Instan SiManis yang layak kamu cobain. Yuk, cusss buka aplikasi Pede sekarang.