PPKM Gajian Telat, Pinjamanmu Selalu Ditolak? Ini Dia 10 Cara Biar Pinjaman Online-mu Cepat Disetujui!

            Walau bersifat lebih instan dibanding pinjaman dana konvensional, pinjaman online tidak selalu mudah didapat. Khususnya ini untuk pinjaman online resmi yang sudah terdaftar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Banyak hal yang harus kamu penuhi, utamanya demi dana yang kamu dapatkan bukan hutang yang menjadi beban terlalu berat untuk kamu.

            Lain halnya pinjaman online abal-abal yang memang belum bahkan tidak terdaftar di OJK. Kalau yang satu ini, malah kamu wajib hindari. Bisa saja, pengajuan pinjamanmu dengan mudah disetujui dan langsung cair. Tapi jangan kaget bila tiba-tiba cicilan yang harus kamu bayar sangat membebani dan menjerat kamu ke hutang bunga berbunga. Hati-hati, Sobat!

            Lantas, bagaimana caranya agar pengajuan pinjaman online-mu biar cepat dan pasti disetujui? Berikut ini Pede sudah merangkum dari berbagai sumber, 10 tips agar pinjaman online-mu mudah disetujui:

1. Pilih aplikasi pinjaman online yang tepercaya

            Seperti yang ditulis di atas, yang paling aman buat kamu dan bisa memudahkan kamu mendapatkan pinjaman online yang tidak memberatkan kamu, pilih aplikasi yang sudah tercatat dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena tentunya dengan begitu, penyedia aplikasi ini selalu dimonitor OJK untuk memastikan layanannya sesuai regulasi.

            Kamu bisa pelajari dari websitenya, simak pilihan produknya berikut dengan syarat dan ketentuannya. Setelah itu download aplikasinya yang biasanya bisa kamu dapatkan linknya di websitenya. Tentunya pastikan aplikasi tersebut ada di portal aplikasi resmi sesuai platformnya, yaitu Android ada di Google Playstore atau iOs ada di Apple Apps Store. Jangan pernah mau terima file aplikasi lepasan yang bukan di-download dari portal tersebut.

            Salah satunya tentu kamu bisa pilih aplikasi Pede. Meski aplikasi ini bukan penyedia pinjaman online secara langsung, yaitu hanya sebagai aggregator saja, pilihan produk pinjaman yang disediakan Pede tentu yang sudah terpilih dan sudah pasti terdaftar di OJK, Pede Pinter dan Pede Mantep. Tinggal kamu pilih saja, mana yang sesuai denganmu.

2. Pastikan hapemu bukan hasil root atau jailbreak

            Terkadang, demi untuk meningkatkan performa smartphone, di antara kamu pasti ada yang melakukan optimalisasi fungsi hape Android dengan cara root atau kamu yang punya hape iPhone dengan cara jailbreak. Ini dilakukan hanya demi biar kamu bisa dapatkan performa hape yang lebih cepat atau biar bisa install suatu aplikasi.

            Nah, cara ini tentu bertentangan dengan aplikasi pinjaman online, khususnya yang resmi. Karena aplikasi tersebut bisa saja tidak berfungsi bila hapemu di-root atau jailbreak. Kalaupun lolos dan bisa di-install di hapemu, dampaknya pada evaluasi pengajuan pinjaman online-mu. Root atau jailbreak selalu diindikasikan sebagai tindakan fraud atau kecurangan.

3. Pahami adanya data di ponsel yang dibaca

            Aplikasi pinjaman online menawarkan dana cepat langsung cair, tanpa agunan atau jaminan, sehingga aplikasi ini membutuhkan data yang cukup untuk melakukan evaluasi pengajuan pinjamanmu.

            Evaluasi yang dijalankan setiap aplikasi pinjaman online berbeda dengan bank pada umumnya. Aplikasi fintech pada umumnya dan aplikasi pinjaman online khususnya akan memanfaatkan data ponsel user untuk menghitung credit scoring yang menentukan layak tidaknya untuk mendapatkan pinjaman.

            Semua ini tentu saja membutuhkan pemberian ijin user atau pengguna aplikasi atas penarikan data tersebut sehingga wajib harus mendapatkan persetujuan calon nasabah terlebih dahulu dengan menekan tombol centang persetujuan. Jadi bila kamu instal aplikasi pinjaman online yang kamu inginkan, pencet ‘allow’ atau ‘ijinkan’ biar pengajuanmu bisa segera disetujui.

            Namun, kamu juga harus memahami mengenai penarikkan data ponsel ini saat proses pengajuan pinjaman online. Berdasarkan aturan pinjaman online OJK, data ponsel yang boleh ditarik oleh P2P adalah Camera, Location dan Microphone. Jika ada pinjol yang meminta data kontak hapemu, segera tolak karena bisa saja aplikasi tersebut adalah pinjol ilegal.

4. Isi data diri dan lengkapi semua persyaratan

            Setelah urusan instalasi sudah beres, dilanjut pada registrasi, pengisian data, dan melengkapi dokumen-dokumen yang diminta. Biasanya yang harus dipersiapkan dan diminta adalah screen shot, file atau foto e-KTP, kartu keluarga, pas foto di kamu (selfie), dan lainnya seperti slip gaji. Semua ini harus diupload atau diunggah ke dalam aplikasi tersebut sebagai dokumen yang akan direview oleh pihak penyedia pinjaman.

            Isi data harus sesuai dengan keadaan kamu, jangan mengada-ada, atau berbohong. Karena dampaknya juga ke kamu juga, baik pinjamanmu bisa segera disetujui atau biar pinjamanmu nanti tidak memberatkan kamu. Lakukan selfie dengan benar, pastikan foto kamu sesuai dengan e-KTP yang kamu upload dan tentunya e-KTP yang kamu unggah juga wajib harus jelas, tidak boleh di-capture dengan keadaan blur atau tidak jelas.

5.  Pastikan data diri kamu memenuhi syarat & ketentuannya

            Ini kuncinya tentu kamu pelajari dulu syarat dan ketentuan yang berlaku pada produk pinjaman online yang kamu inginkan. Seperti usiamu masuk ke dalam rentang usia yang diperbolehkan atau tidak, biasanya pinjaman online diberikan hanya untuk kamu yang masuk pada usia produktif yaitu berusia 21 sampai dengan 60 tahun.

            Selain itu, ada beberapa pinjaman online yang meminta slip gaji sebagai syarat. Dengan demikian, hanya kamu yang berstatus karyawan sebuah perusahaan yang bisa mendapatkan pinjaman online tersebut. Dengan adanya slip gaji, penyedia pinjaman online pun bisa menakar kemampuan finansialmu dan besar pinjaman online yang tepat untukmu.

            Bila ternyata tidak punya slip gaji, coba kamu alihkan ke produk pinjaman online yang tidak mensyaratkan slip gaji. Biasanya aplikasi ini meminta kamu mengunggah NPWP milikmu dan kamu bisa membuktikan bahwa kamu juga punya penghasilan tetap setiap bulannya.

            Setelah dokumen-dokumen yang kamu berikan, pastikan juga kondisi kamu memenuhi syarat & ketentuan pinjaman online tersebut. Salah satunya adalah masalah domisili. Contohnya Pede Mantep yang hanya berlaku untuk kamu yang tinggal di Jabodetabek, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bali, Bandung, Makassar, Medan, Palembang, PekanBaru, Semarang, dan Yogyakarta.

6. Pastikan nomor telepon yang cantumkan bisa dihubungi

            Ketika kamu isi data, ada nomor telepon yang harus bisa dihubungi, termasuk juga nomor telepon dari kerabat kamu yang tidak satu rumah. Ketika kamu atau nomor telepon yang kamu cantumkan sulit dihubungi ketika proses verifikasi dilakukan, penyedia jasa pinjaman online akan berpikir ulang untuk memberikan pinjaman.

            Hal in dilakukan untuk mengantisipasi adanya praktik atau modus pengelabuan identitas. Jadi, kamu juga harus pastikan hapemu standby dan selalu siap ketika ada konfirmasi dari pihak pinjaman online agar pengajuanmu bisa segera disetujui, cepat cair dan mudah.

7. Pastikan kamu tidak bermasalah secara histori keuanganmu

          Maksud poin ini adalah pastikan kamu secara histori keuanganmu tidak pernah bermasalah dengan pihak pinjaman yang lain termasuk perbankan, apalagi hingga kamu masuk ke dalam daftar blacklist atau masuk ke level collection (penagihan) yang tinggi. Karena bila itu terjadi, sudah pasti pengajuan pinjaman onlinemu ditolak.

            Selain itu, system penyedia pinjaman online juga akan menghitung dari data yang yang kamu isi, terutama terkait dengan beban cicilan yang sedang kamu jalani dan pengeluaran bulan kamu. Dari sini akan dihitung bahwa pengajuanmu layak disetujui atau tidak. Termasuk juga jadi perhitunganmu, pinjaman yang kamu ajukan sesuai atau tidak.

8. Perhitungkan besar pinjaman online & bunganya

            Yang menjadi keunggulan pinjaman online dibandingkan dengan pinjaman dari bank adalah pada fleksibilitas tenornya, yang biasanya bisa diatur mulai dari skala harian. Namun, pinjaman online yang dibolehkan dalam aplikasi resmi biasanya minimal bertenor 90 hari.

            Nah, dengan keunggulan pinjaman online ini, kamu pun bisa melakukan simulasi pinjaman. Simulasi ini penting, karena biar kamu bisa mengestimasi besar pinjaman yang pas kamu butuhkan dan sesuai dengan kemampuanmu untuk membayar cicilannya.

            Contohnya kamu bisa coba dalam aplikasi Pede, saat kamu akan mengajukan pinjaman Pede Pinter, semisal kamu pinjam Rp2.000.000 dan tenor yang kamu pilih 3 bulan. Bila bunga yang disetujui 4%, cicilanmu setiap bulannya adalah Rp748.667 sehingga total pinjaman yang harus dikembalikan sebesar Rp2.240.000.

9. Mengetahui dan menerima berapa biaya pinjaman

            Yang perlu kamu sadari, pinjaman online biasanya tidak hanya membebankan biaya bunga saja, tapi ada biaya lain yang harus dibayar oleh peminjam, seperti biaya admin, biaya asuransi atau pertanggungan lain, serta provisi.

            Biaya ini harus kamu cek sebelum mengajukan pinjol dengan membaca lebih seksama syarat dan ketentuan produknya berikut juga FAQ-nya. Biasanya juga disebutkan mengenai biaya keterlambatan dan biaya penagihan pihak ketiga. Saat menunggak pembayaran, kamu harus membayar denda keterlambatan.

            Nah, bila kamu masih bingung berapa total biaya yang harus kamu tanggung atas pinjaman online yang kamu ajukan. Bisa kamu lihat pada simulasi yang kamu lakukan. Contohnya bisa dilihat pada poin 6 di atas, di mana bila kamu pinjam Pede Pinter sebesar Rp2.000.000 maka biaya yang harus kamu bayar adalah Rp240.000.

10. Bisa bayar cicilan tepat waktu

            Untuk yang ini adalah bentuk komitmenmu menjalani cicilan pinjaman online yang telah disetujui. Sepintas memang pinjaman online tidak terlalu mengikat seperti halnya pinjaman konvensional dari perbankan. Tapi jangan salah, pinjaman online umumnya memiliki sistem yang pintar untuk antisipasi komitmen nasabahnya.

            Sesimpel bila terjadi ketidaklancaran pembayaran, sistem akan menilai kamu yang akan memberatkan bila kamu melakukan pengajuan pinjaman kembali di masa yang akan datang. Dengan demikian, bila kamu mau setiap pengajuanmu disetujui, selalu tetap waktulah kamu membayar cicilannya, jangan telat jangan pula kurang.