Baca 10 Tips & Trik Foto Pakai Hapemu ini
Biar Momen di Bulan Ini Makin Spesial!

            Sudah sepatutnya kamu bersyukur hidup di era sekarang. Karena hidup di era serba digital itu sungguh mudah, semua bisa kamu jabani dengan cara terbilang instan. Salah satunya adalah menikmati keindahan fotografi.

            Iya, fotografi paling kentara perkembangan teknologinya. Sekurangnya 20 tahun lalu saja, untuk menikmati foto seseorang harus mengeluarkan modal membeli 1 roll film yang hanya berisi 38 frame foto dan baru menjadi karya visual setelah ‘dicuci’ lalu dicetak (afdruk). Biaya pun terbilang mahal, kisaran Rp50.000 hingga Rp120.000!

            Masuk dekade 2010-an, sudah tidak perlu keluar uang setiap kamu membuat karya foto. Tentu, modalnya kamu harus punya kamera digital, bisa jenis pocket, mirrorless, hingga DSLR (digital single lens reflector). Setelah itu kamu tinggal jepret, berolahkarya memainkan kamera agar mendapat gambar terbaik yang bisa kamu dapatkan.

            Yang paling asyik dan patut kamu syukuri adalah era sekarang, tepatnya masuk di dekade 2020-an ini. Karena apa? Iya, kebutuhan foto-foto bagus sekarang sudah cukup dalam satu genggaman sebuah smartphone atau hape saja.

            Bayangkan, kamera hape saja sekarang sudah mencapai 100megapixel! Belum lagi ragam fiturnya, hingga kamu tidak perlu mengedit manual, hasilnya bisa dibentuk efek-efek secara instan! Caranya? Ini dia, simak yuk 10 tips & trik di bawah ini biar kamu makin jago membuat foto yang ciamik.

Kenali Fitur Kamera Hapemu

          Tidak perlu hape-hape dengan harga mahal, kamu bisa mendapatkan smartphone dengan fitur fotografi ciamik dengan hape-hape mid-end atau kelas menengah dengan kisaran harga 4 s/d 8 juta rupiah. Merek yang bisa kamu dapatkan seperti Xiaomi, Vivo, Oppo, Huawei, dan lain-lain.

            Secara umum, fitur kamera di hape-hape sekarang memiliki lensa utama lebih dari 1. Ada yang 2 lensa, ada yang 3 lensa, dan bahkan lebih. Fungsinya untuk menangkap visual lebih leluasa, bisa menangkap visual secara lebar (wide), pengambilan normal, dan pengambilan jauh telephoto.

            Modal lensa pun tidak cukup, kamu harus intip fitur dalamnya. Coba cek, fitur kamera mode auto-nya seperti apa, manualnya seperti apa, mode filternya seperti apa, apakah ada efek-efek seru yang bisa kamu mainkan, apakah ada mode HDR (high dynamic range) yang bisa kamu aktifkan, dan lain-lain.

            Untuk  menggali dan menyimak lebih detail fitur kamera dalam satu artikel ini mungkin tidak cukup. Namun yang terpenting, kamu mengerti kemampuan kamera darihape yang kamu miliki.

            Bila kamu ternyata masih di tahap bingung membeli hape merek dan tipe apa, cobalah melihat review di YouTube dan membandingkannya dengan testimoni orang-orang di forum atau website. Pastikan tentunya paket datamu tersedia. Bila habis, intip tuh promo Pede bulan ini, ada cashback yang bikin tagihanmu hemat.

Coba Semua Pengaturan Kameranya

          Mungkin sebagian kamu masih kurang familiar dengan istilah-istilah fitur kamera. Bila itu terjadi demikian, baiknya kamu langsung saja coba-coba fitur kamera hapemu. Pertama, paling gampang tentu bermain foto secara auto. Bagaimana ambil foto secara lebar (wide), normal, hingga tele. Bagaimana foto dalam ruang, kombinasi, atau full di luar ruang.

            Kedua, setelah mengenal bagaimana kamera autonya bekerja, baiknya kamu atur tombol shortcut untuk memudahkan kamu mengambil gambar. Bisa pilih floating button seperti pada hape Samsung atau iPhone, atau tombol fisik seperti tombol volume kamu pakai sebagai tombol shutter.

            Ketiga, baru coba pilih menu filter atau efek. Lihat apa kelebihannya, dan lihat pula apa kekurangannya. Terkadang, efek digital yang diusung suatu merk itu terlalu berlebihan atau terlalu dibuat-buat. Jadi jangan sampai kamu foto seorang cowok malah jadi terlihat seperti cewek karena tambah cantik! 😊

            Keempat, cobalah bermain manual. Dengan mode ini, kamu bisa maksimalkan kemampuan kamera hapemu. Coba atur white balance untuk mengatur kemampuan menangkap warna, ISO untuk mengatur tingkat kemampuan menangkap cahaya dan ketajaman gambar.

            Di luar itu, kamu masih bisa bermain semi auto saja, di mana untuk pengaturan shutter speed (kecepatan membuka-tutup sensor menangkap gambar) dan aperture (besaran bukaan diafragma lensa) masih bekerja secara auto. Tapi bila kamu sudah memahami cara kerja kamera, opsi manual pun tidak salah kamu pakai.

Pastikan Memory Penyimpanan Cukup

          Yang tidak kalah penting dalam pengaturan kamera tentu media penyimpanan file foto-fotomu. Bila kamu mengandalkan memory internal yang diusung hape, pastikan hapemu punya kapasitas yang memadai. Hape dengan ukuran 32GB tentu lebih terbatas kapasitasnya dibanding ukuran 64GB.

            Ukuran piksel foto yang makin besar, bertujuan biar fotomu bisa diperbesar dengan ketajaman yang terjaga. Namun ingat, makin besar ukuran foto yang kamu pilih, berdampak makin besar pula ukuran file foto yang kamu simpan. Makin banyak efek kamera yang kamu pilih, juga berdampak pula makin besar ukuran file foto yang kamu dapatkan.

            Makanya, lebih asyik kalau hapemu memang menyediakan slot memory eksternal sebagai media simpan tambahan. Kamu bisa saja membeli memory card (biasanya berjenis t-flash atau microSD) dengan ukuran 32GB, 64GB, 128GB, 256GB hingga 512GB. Makin besar ukuran, tentu makin mahal harganya yang harus kamu beli.

            Pastikan spek memory card yang kamu beli ini yang berjenis high capacity dan juga high speed data transfer. Tentu ini semua biar kamu bisa dengan mudah memindahkan foto-foto kamu ke media lain dengan cepat. Waspadai ya Sobat, pastikan memory card yang kamu beli adalah asli, bukan abal-abal atau rekondisi.

Selalu Pastikan Kebersihan Lensanya

          Nah ketika semuanya sudah on set alias kamu sudah siap berolahkarya foto dengan kamera hapemu, pastikan kamu cek kondisi lensa kamera hape. Yang terpenting tentunya kebersihan dari lensa itu. Untuk ini, kamu harus sedia lap khusus untuk membersihkannya, seperti bahan dakron atau kain antigores.

            Biar kejernihan lensanya tetap terjaga, ada baiknya kamu beli aksesoris tempered glass sebagai lens protector. Atau bisa juga kamu cari casing hape yang memang disediakan penutup lensa. Kalaupun itu tidak kamu jalani, pastikan setiap pengambilan gambar, kamu cek kebersihan lensa, bila kotor usaplah dengan tisu basah.

            Sepintas ini sepele memang. Tapi akan berdampak pada kualitas fotomu bila lensa kameramu kotor. Umumnya merusak distribusi warna, mengganggu ketajaman gambar, higga membuat hasil fotonya terdistorsi. Kalau sudah begini, kamu tentu harus foto ulang, bukan? Kalau momennya sudah lewat? Kamu pasti menyesal…

Atur Frame & Kuasai Komposisi Foto

          Banyak yang mengabaikan yang satu ini, malah banyak juga yang menyepelekannya. Framing dengan mengatur komposisi foto itu penting, Sobat! Bila kamu abaikan ini, hasil foto kamu akan menjadi kurang sempurna. Biasanya setelah itu, terpaksa kamu crop dan sesuaikan lagi rasio lebar tinggi foto, hal ini berdampak fotomu pun terpotong mengecil!

            Nah, biar tidak terjadi seperti itu, kuasai bermain komposisi saat kamu memotret objek. Gampang kok, Sobat. Patokannya begini:

  • Bila objekmu di sisi kiri, pastikan arah muka atau pandangannya mengarah ke kanan.
  • Begitu juga sebaliknya, objek sisi kanan, arah muka atau pandangannya ke kiri.
  • Ketika objek terpaksa tidak bisa full body, terpotong hingga perut atau dada, pastikan point of view berada di tengahnya. Point of view ini bisa berupa ekspresi mukanya, benda yang dipegang objek foto, dan lain-lain.
  • Bila objek foto lebih dari 1, ambil titik tengah paling optimal agar point of view makin dominan dengan kehadiran elemen objek yang mau ditampilkan. Contoh foto objek orang dengan background pemandangan pantai, si objek tidak perlu posisi tengah, bisa cenderung ke samping agar area tengah diisi dengan pemandangan.
  • Bila bermain komposisi yang tidak biasa, pastikan kamera hape kamu bisa bermain depth of field di mana fokus tajam hanya di objek yang ditekankan, lainnya ditinggalkan secara blur atau tidak fokus. Bahasa awamnya, model ini berefek bokeh.

               Namun, seiring dengan jam terbang kamu berolahkarya foto, kamu pasti memahami komposisi foto yang bagus seperti apa. Karena komposisi ini adakalanya tidak memiliki teori yang tetap atau fix. Banyak eksperimen foto, justru komposisi dimainkan nyleneh terkadang foto justru menjadi bagus. Jadi, ini kembali pada taste seni kamu mengambil gambar.

Manfaatkan HDR untuk Perkaya Warna

          Lima poin di atas itu modal dasar biar foto-foto yang kamu ambil dari hapemu jadi ciamik. Setelahnya, lebih kepada fitur dukungan biar foto yang kamu ambil jadi lebih sabi & keren. Salah satu fitur dukungan ini adalah HDR.

            Seperti yang dijelaskan di atas terkait fitur kamera hape, HDR kini sudah menjadi fitur wajib sehingga hape-hape kelas menengah hingga tinggi, sudah pasti memiliki fitur HDR. Karena dengan HDR ini, foto kamu bisa menangkap gambar secara maksimal.

            Prinsipnya, HDR ini menangkap foto kamu dengan proporsi pencahayaan yang berimbang, tidak underlight (gelap) atau overlight (terang). Jadi ketika mendapati foto dengan cahaya yang tidak rata, hape kamu tetap menghasilkan foto dengan cahaya rata dengan efek HDR itu.

            Dulu, HDR itu efek mewah di sebuah kamera DSLR dan pengambilannya pun sedikit ribet, harus tiga kali pengambilan gambar, yaitu jepretan untuk cahaya rendah (untuk menangkap objek gelap yang tertutup bayangan objek), cahaya sedang (untuk menangkap objek utama), dan cahaya terang (untuk menangkap objek terang seperti lampu atau matahari). Tiga hasil jepretan foto ini digabung menjadi 1 foto dengan pencahayaan pas.

            Nah, sekarang, fitur ini sudah ada di hape dan tidak perlu melakukan jepretan foto hingga 3 kali. Cukup sekali jepret, biarkan chip prosesor foto hape kamu bekerja dan simsalabim, foto yang didapat seperti efek foto HDR yang dihasilkan kamera DSLR! HDR ini cocok buat kamu yang demen foto-foto landscape atau panorama.

Pahami Besar & Arah Pencahayaan

          Untuk tingkat lanjut, ketika poin-poin di atas sudah kamu kuasai, kamu akan memahami permainan cahaya yang bisa kamu lakukan. Kalau sekadar menambah kilatan cahaya dengan flash dari hape kamu, mungkin hal biasa. Apalagi buat di antara kamu termasuk yang tidak menyukai penggunaan flash dari hape karena fotonya jadi lebih flat.

            Yang menantang justru, memainkan cahaya di luar flash kamera hape kamu. Contoh; cahaya satu arah dari matahari yang masuk dalam ruang, ini bisa kamu mainkan untuk bermain silhouette. Atau bisa juga cahaya filled in yang kamu mainkan dengan kilatan tambahan dari flash eksternal atau lampu.

Maksimalkan dengan Tripod atau Monopod

          Terkadang framing, komposisi gambar, hingga sudut pengambilan gambar tidak maksimal hanya dengan jangkauan tanganmu saja. Hal ini butuh alat bantu seperti monopod atau yang kamu kenal dengan nama tongsis (tongkat narsis) agar foto yang kamu ambil bisa lebih lega dan lebar.

            Belum lagi bila kamu bermain shutter speed manual dengan kecepatan sangat rendah. Hal ini bila mengandalkan genggaman tangan tentu akan goyang, di sini kamu butuh peranan tripod untuk memegang hapemu dengan stabil. Bukan itu saja, tripod dan monopod membantu banyak bila kamu lebih fokus bermain swafoto atau selfie.

Gunakan Fitur Remote atau Timer

          Menyambung penggunaan tripod atau monopod atau tongsis, lebih mudah bila hapemu ini juga dilengkapi dengan remote shutter. Coba cek lagi fitur dalam hape kamu, biasanya hape mid-end disediakan gesture remote atau voice remote.

            Bila tidak ada, saat kamu beli tongsis, pilih yang sudah menyediakan fitur tombol remot. Atau bisa juga beli aksesoris remot secara terpisah bila kamu sudah membeli tongsis yang belum ada remotnya. Namun bila itu semua tidak kamu punya, tenang, kamu bisa maksimalkan timer dalam fitur hape kameramu.

          Fitur remot dan timer ini banyak berperan bila kamu lebih banyak bermain swafoto atau selfie. Bukan itu saja, foto-foto yang membutuhkan shutter speed rendah pun juga membutuhkan remot atau timer agar gambar yang dihasilkan tidak blur karena goyang.

Eksplorasi Visual dengan Lensa Tambahan

          Ketika poin-poin di atas sudah kamu kuasai dengan baik dan tiba-tiba di tengah-tengah kamu merasa mentok atas fitur kamera hape yang kamu miliki, coba dengan cara ini; tambahkan aksesori lensa tambahan!

            Iya, lensa tambahan ini banyak gunanya buat kamu eksplor dan eksperimen foto lebih banyak lagi. Bisa foto tele atau jarak jauh, bisa juga foto makro yaitu foto-foto objek kecil biar mendapat gambar yang lebih dramatis. Foto tele lebih seru saat kamu memotret bulan atau bintang, di mana biasanya untuk dapatkan foto itu, kamu butuh sebuah teropong khusus!