Yuhuu… Ini Dia, 10 Cara Biar Kontenmu Trending & Viral

          Kemarin, tepatnya 10 Juni adalah sebagai hari Media Sosial secara nasional di Indonesia. Dengan hari itu, kita sudah pasti dituntut untuk lebih bijak menggunakan media sosial yang sudah kita kupas di artikel sebelumnya, yaitu berkomunikasi dengan benar & sopan, saling menghargai, hindari hoax & selalu cek-ricek sumber konten, jauhi SARA serta yang tidak kalah penting konten yang lebih bertanggung jawab.

            Omong-omong soal konten, pasti di antara  kamu selalu bereksperimen dengan teman-temanmu agar kontenmu yang berupa video ditonton atau disimak oleh banyak orang. Bahasa gampangnya; viral! Cuman jangan lantas demi kontenmu jadi viral, segala cara kamu lakukan ya. Sehingga yang ada hadir menjadi konten negatif dan akan berbalik merugikan kamu.

            Banyak cara agar video yang kamu kreasikan itu menjadi trending, dan ini bisa kamu lakukan dengan cara yang jauh lebih positif. Berikut ini, Pede intisarikan 10 cara biar kreasi konten videomu menjadi trending dan viral.

  1. Pahami & kenali penontonmu
         Kuncian konten videomu menjadi konsumsi hiburan banyak orang tentunya adalah konten yang nyambung atau relevan dengan sasaran penontonmu. Jangan berharap dapat views banyak, bila kamu terjebak dengan idealisme yang mengantarkan kontenmu terlalu di awang-awang.
          Gampangnya, kamu pelajari dulu penonton atau audience yang kamu sasar maunya seperti apa, anak-anakkah? Remajakah? Semua umurkah? Hanya untuk jenis kelamin tertentu atau semua? Makin jitu kamu menyasar ke audience yang tepat, niscaya konten yang kamu kreasikan mudah tersebar dan menjadi perbincangan.
  1. Konten jujur & apa adanya
          Setelah kamu pahami dan pelajari viewer-mu seperti apa, barulah berbicara konten. Paling mudah konten yang sangat relevan alias nyambung dengan penontonmu. Selain mudah dicerna, kontenmu akan mudah mereka perbincangkan dan disebar-sebarkan.      Relevansi konten ini bisa kamu ambil ini bisa datang dari trend yang sedang diperhatikan oleh calon penontonmu. Semisal K-Pop berikut drama dan band-nya, video-video jogetan TikTok, tebak-tebakan receh, hingga hobi-hobi yang sedang nge-hit saat itu.
          Namun dari semua itu, konten yang asli, bukan plagiat dan tentunya jujur, apa adanya, tidak dibuat-buat lebih mudah menarik perhatian orang. Dibanding kamu paksakan menjadi konten penuh drama atau pura-pura.
  1. Trik pada 15 detik pertama
          Konten sudah kamu susun, lalu kamu lanjut ke produksi dengan video shooting semampu yang kamu bisa lakukan. Tentu tidak perlu lah menggunakan kamera video kelas pro, dari smartphone keluaran 2 tahun belakangan ini sudah dirasa cukup.
          Setelah itu, baru kamu lakukan proses editing. Biar kontenmu mudah menyerap penonton lebih banyak, pastikan dalam 15 detik pertama kamu isi videomu dengan konten yang paling menarik. Ini bisa kamu buat sebagai highlight atau preview konten yang ada di durasi selanjutnya.
          Intinya, fungsi 15 detik tersebut untuk menggugah rasa penasaran. Kenapa di 15 detik awal ini menjadi penting. Lebih kepada kebiasaan penonton saat ini, di mana mereka mudah menilai video bagus tidaknya justru di awal video ini baru mulai. Untuk itu, kamu harus pintar-pintar membuat kalimat punchline atau kalimat lucu atau unik biar penonton tergelak untuk menyimak lebih lanjut.    
  1. Durasinya pas & tidak terlalu panjang
          Esensi konten videomu viral adalah tentu mudah disebar-luaskan. Modal utama biar videomu mudah disebarkan tentu berangkat dari durasinya yang pas. Tidak terlalu pendek, juga tidak terlalu  panjang. Terlalu pendek malah membuat videomu tidak jelas pesannya, terlalu panjang malah membuat videomu jadi membosankan.
          Bila kamu mengandalkan platform YouTube, modal videomu menjadi viral tentu akan mudah bila ternyata videomu masuk dalam trending YouTube. Secara algoritma, biar videomu trending itu harus berdurasi minimal 8 menit dan dalam 3 hari video dipublikasikan itu ditonton segera oleh orang-orang.
          Hal itu tentu butuh peranan jumlah subscriber di YouTubemu serta usahamu menyebarkan di media sosial. Detailnya di jelaskan di poin di bawah ini.
  1. Maksimalkan isi konten thumbnail
          Selain 15 detik pertama yang menjadi durasi krusial videomu, maksimalkan daya tarik videomu juga dibantu oleh seberapa menariknya thumbnail video yang kamu buat. Tahu kan thumbnail yang dimaksud? Itu lho gambar video di depan sebelum kamu klik videonya. Kalau video di YouTube, thumbnail ini bisa kamu pilih-pilih sendiri.
          Desain thumbnail yang menarik bukan dengan visual yang indah dan lay out dahsyat ya, bukan itu. Tapi lebih kepada isinya yang cukup informatif dan provokatif sehingga mendorong orang untuk penasaran menonton. Salah satu caranya dengan membuat headline besar mengangkat inti dari video kamu dan bisa memperkuat makna dari judul yang kamu buat.
  1. Buatlah judul video yang bikin penasaran
          Nah judul, apalagi kalau video kamu naik di YouTube, menjadi sangat penting. Buatlah sesuai isinya, karena secara algoritma Google, judul video di YouTube akan berperan penting untuk dikorelasikan dengan keyword pencarian yang diketik oleh calon penontonmu.
          Contoh, videomu mengenai sepeda, tentu judul yang kamu beri harus berunsur sepeda, berikut juga dengan merek yang kamu review. Biar nanti di saat user ketik di Google search menulis keyword yang sesuai dengan judul video kamu, video kamu yang akan muncul di mesin pencarian Google.
          Selain itu, fungsi judul video juga sebagai unsur menggugah calon penontonmu untuk klik video kamu. Bahasa teknisnya disebut sebagai clickbait. Tapi ingat, konsep clickbait ini dalam artian positif ya, judul dan isi kontennya harus relevan alias nyambung. Kalau isi kontennya beda, sudah pasti kamu akan banjir komplain dan cercaan penonton karena isi kontenmu ‘menipu’, tidak sesuai dengan judul yang kamu tulis.
  1. Buatlah metadata dengan benar
          Seiring dengan pembuatan judul, khususnya bila kamu berkreasi di YouTube, pembuatan metadata video yang kamu upload juga menjadi sangat penting. Pertama cantumkan hashtag atau tagar biar konten kamu juga berkorelasi dengan video yang sedang trending saat itu.
          Kedua, pembuatan kalimat deskripsi. Di sini kesempatan kamu untuk menjelaskan informasi tambahan yang belum kamu cantumkan dalam video. Seperti informasi alamat media sosialmu, alamat blog kamu (bila ada), dan lain-lain yang tentunya harus memperkuat konten videomu.
          Ketiga adalah pembuatan tag. Tag ini adalah keyword atau kata kunci yang nantinya akan disambungkan dengan kata-kata yang diketik calon penontonmu di mesin pencarian. Carilah sebanyak mungkin alternatif, namun harus sesuai dengan konten yang kamu buat. Jangan pernah taruh tag yang tidak ada hubungannya denga nisi konten video kamu.     
  1. Cari waktu penayangan yang tepat
          Seperti halnya televisi atau radio, dunia online seperti media sosial atau kalau kita di sini bicara video YouTube, juga memiliki jam tayang utama atau prime time. Kapan itu? Gampangnya balikin ke kebiasaan kamu saat me time untuk membuka hape dan menikmati konten-konten yang dibagikan ke kamu. Hayo kapan?
          Iya, tentu di saat kamu istirahat. Bila dipukul rata, prime time dan dijadikan waktu yang tepat kamu mengunggah video kamu adalah di jam istirahat yaitu di jam 12-13 siang atau jam 8-9 malam. Makin maksimal lagi justru ada di hari kerja, yaitu di hari Senin, Selasa, atau Rabu. Bila weekend, justru banyak orang yang tidak fokus pada hapenya.
          Tapi lebih tepatnya adalah mengacu pada data analisa traffic yang ada di panel YouTube kamu. Karena prime time jam penayangan yang optimal di satu kanal dengan kanal yang lain bisa jadi beda. Hal ini karena karena segmen dan karakter penonton masing-masing kanal YouTube juga tidak selalu sama.
  1. Maksimalkan paparan dibantu media sosial
          Di saat bantuan jumlah tontonan/views dari subscriber milikmu belum sesuai ekspektasi, coba kamu maksimalkan aset media sosialmu. Yaitu dengan menyebarkan pranala atau link videomu sebanyak mungkin, baik melalui Facebook, Twitter, atau WhatsApp.
          Syukur, kamu dibantu oleh komunitas yang kamu ikuti. Karena peranan komunitas ini sangat penting, mereka bisa antusias membantumu karena kesamaan minat dan atas nama solidaritas. Jadi, pentingnya di sini, kamu juga harus pintar berkolaborasi dan bersosialisi.
  1. Selalu adaptif dan terus belajar
          Terakhir yang tidak kalah penting adalah adanya usaha kamu untuk improve, selalu evaluasi dan memperbaiki konten mengacu pada pengalaman konten-konten sebelumnya. Jadi, di sini tidak kenal istilah malas belajar.
          Justru kamu dituntut lebih sensitif terhadap hasil yang kamu dapat di konten-konten sebelumnya. Salah satunya dengan selalu menyimak data-data analisa yang disediakan Google pada panel YouTube-mu, berapa usia rata-rata penontonmu, di jam berapa rata-rata videomu banyak ditonton, dan lain-lain.
          Selain itu, cobalah tengok video-video yang dibuat oleh orang lain sebagai pembanding untuk evaluasi. Dari sini, kamu akan mendapatkan kekurangan yang harus kamu tutupi dan juga ide-ide baru yang barangkali bisa membantumu untuk memperbaiki konten videomu.

      Biar lancar urusan itu semua, tentunya pastikan kapasitas paket data kamu tercukupi. Karena lumayan lho, selain kamu sering upload-upload video, kamu pun akan sering-sering menonton video streaming. Nah, biar pede, pakai Pede saja untuk beli paket datanya, minggu ini nampol lho promonya, cek saja di sini. Hyuuuk….